 |
Foto: Kegiatan jalan santai sekaligus peluncuran aplikasi SIGAP TIRTA dilakukan saat peringatan HUT ke 35 Perumda Tirta Uncak Kapuas, Putussibau, Minggu (15/2/2026)/Yohanes Santoso
|
Kapuas Hulu, khatulistiwa media - Perumda Tirta Uncak Kapuas resmi meluncurkan aplikasi SIGAP TIRTA (Sistem Informasi Gangguan Air & Pelayanan) sebagai kanal layanan pelanggan satu pintu yang terintegrasi. Peluncuran dilakukan dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-35 perusahaan tersebut di halaman kantor Perumda Tirta Uncak Kapuas, Minggu (15/2/2026).
SIGAP TIRTA dirancang untuk mempermudah masyarakat menyampaikan aduan gangguan layanan, permohonan layanan pelanggan, serta masukan secara tertib dan terdokumentasi. Melalui sistem ini, setiap laporan pelanggan akan tercatat, mendapatkan nomor tiket, serta dapat dipantau status tindak lanjutnya secara lebih transparan.
Direktur Utama Perumda Tirta Uncak Kapuas, Ahmad Yani, mengatakan peluncuran SIGAP TIRTA menjadi langkah nyata transformasi pelayanan dari sistem manual menuju layanan digital yang lebih terukur. Selama ini aduan pelanggan masih banyak disampaikan melalui jalur yang tersebar—datang ke loket atau WA pribadi pegawai. Pola ini menyulitkan pencatatan yang seragam dan pemantauan tindak lanjut secara menyeluruh.
"SIGAP TIRTA kami hadirkan sebagai kanal resmi satu pintu agar proses penanganan aduan lebih tertib, lebih transparan, dan menjadi bahan evaluasi internal berbasis data,” ujarnya.
Yani menegaskan SIGAP TIRTA bukan sekadar peluncuran aplikasi, melainkan perubahan pola kerja layanan pelanggan. Data aduan yang masuk akan diolah sebagai dasar evaluasi peningkatan kualitas layanan, termasuk pemetaan gangguan, penentuan prioritas penanganan, hingga penguatan koordinasi antara unit pelayanan dan tim teknis.
"Perusahaan juga menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah daerah, perangkat wilayah, aparat terkait, serta masyarakat dalam mendukung penguatan layanan air bersih, termasuk perbaikan jaringan dan pengendalian kehilangan air (non-revenue water/NRW) secara bertahap," tuturnya.
Sebagai tahap awal implementasi, Perumda menetapkan komitmen layanan berupa respons awal maksimal 1x24 jam dalam bentuk konfirmasi laporan dan pemberian nomor tiket. "Penanganan gangguan akan dilakukan berdasarkan tingkat prioritas dan kondisi teknis di lapangan, serta dievaluasi secara berkala berbasis data aduan," ujarnya.
Masyarakat dapat mengakses SIGAP TIRTA melalui website atau QR Code yang disediakan. "Informasi dan panduan penggunaan juga tersedia melalui WA Center, call center resmi, serta media sosial resmi Perumda Tirta Uncak Kapuas," tuturnya.
Dukungan pola digitalisasi layanan air bersih datang dari Sekda Kapuas Hulu, Ambrosius Sadau. Ia menilai modernisasi layanan publik perlu diiringi sistem yang jelas dan respons yang terukur.
“Transformasi layanan harus diiringi sistem yang jelas, respons yang terukur, dan evaluasi berkelanjutan. Kehadiran SIGAP TIRTA diharapkan memperkuat kepercayaan masyarakat karena setiap laporan masuk melalui kanal resmi, tercatat, dan dapat ditindaklanjuti dengan lebih akuntabel,” kata Sadau.
Kegiatan ini dihadiri jajaran Forkopimda Kapuas Hulu. Sebelum launching peserta kegiatan mengikuti senam masal dan jalan santai.
Penulis: Yohanes Santoso
#PerumdaTirtaUncakKapuas
#BeritaKapuasHulu
#beritakalimantan