BEKASI , khatuliswamedia.co.id - Kecelakaan Kereta Rel Listrik (KRL) PLB 5568A (CL KPB-CKR) dengan Kreta Jarak Jauh Argo Bromo PLB 4B relasi Gambir - Surabaya terjadi di wilayah Stasiun Bekasi Timur pada Pukul 20.52 WIB, Senin (27/4/2026). Mentri Perhubungan Republik Indonesia, Dudy Purwagandhi bersama Dirut KAI Bobby Rasyidin meninjau lokasi kejadian Selasa (28/4/2026) sini hari dan menyampaikan perkembangan terbaru dari lokasi kejadian.
Menteri Perhubungan mengungkapkan, hingga pukul 01.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia tercatat empat orang. Sementara itu, puluhan penumpang berhasil dievakuasi dalam kondisi luka-luka.
“Per jam 1 ini, korban meninggal dunia ada 4, kemudian yang kita evakuasi di dalam kereta itu ada 71 orang, tentunya kita akan melakukan perawatan yang sangat optimal untuk para penumpang yang menjadi korban dan mengalami luka-luka,” ujar Dudy.
Proses evakuasi masih terus dilakukan karena diduga masih ada korban yang terjebak di dalam rangkaian kereta.
“Kami melakukan proses evakuasi sekuat tenaga pada saat ini seperti yang kita lihat masih ada beberapa korban yang terperangkap di dalam kereta,” katanya.
Ia menjelaskan, insiden bermula sekitar pukul 09.00 kurang yang diduga dipicu gangguan pada sistem persinyalan di jalur perlintasan.
“Perlu disampaikan juga, kejadian ini terjadi pada jam 9 kurang, yang diawali dengan adanya temperan taksi green SM (hijau) itu di JPL 85. Sehingga ini yang kami curigai itu membuat sistem perkeretaapian di daerah stasiun emplasemen Bekasi Timur ini terganggu,” jelasnya.
Terkait penyebab pasti kecelakaan, pemerintah menyerahkan penyelidikan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
“Sementara itu kronologinya tentunya kami menyerahkan kepada KNKT untuk lebih detail mencari tahu penyebab dari kecelakaan kereta pada malam hari ini,” ucap Dudy.
Hingga saat ini, diperkirakan masih terdapat 6 hingga 7 orang yang terjebak di dalam kereta. Petugas juga telah melakukan pemotongan rangkaian Kereta Anggrek untuk mempermudah proses evakuasi.
“Di dalam kereta sekitar 6-7 orang yang masih terjebak di dalam kereta. Kemudian bagian dari Kereta Anggrek sudah dilakukan pemotongan rangkaian dan sudah ditarik mundur,” pungkasnya.
Penulis: Yohanes Santoso
#KAI #Kecelakaan #Bekasi