Imigrasi Putussibau Adakan Sosialisasi TIMPORA di Kecamatan Badau
![]() |
| Foto: Imigrasi Putussibau Adakan Sosialisasi TIMPORA di Kecamatan Badau/Istimewa |
KAPUAS HULU, khatulistiwamedia.co.id – Kantor Imigrasi Kelas III TPI Putussibau menggelar kegiatan Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) di Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu. Agenda ini dilaksanakan sebagai langkah konkret untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antar instansi dalam mengawasi keberadaan serta aktivitas warga negara asing (WNA) di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Penegakan Hukum dan Kepatuhan Internal (Kabid Gakkum dan Patnal) Kanwil Ditjenim Kalbar, Azriyal Zam. Dalam sambutannya, Azriyal menekankan bahwa koordinasi lintas sektor sangat krusial demi menjaga stabilitas keamanan dan meningkatkan efektivitas pengawasan di garda terdepan negara.
Kecamatan Badau dipilih karena posisinya yang strategis sebagai wilayah perbatasan dengan mobilitas lintas negara yang cukup tinggi. Kondisi ini dinilai memerlukan sistem pengawasan yang terpadu dan berkesinambungan.
Kepala Sub Seksi TI Inteldakim Kantor Imigrasi Kelas III TPI Putussibau, Naufal Fauzi Rahman, menyatakan bahwa forum TIMPORA ini menjadi wadah strategis untuk menyamakan persepsi antarinstansi.
"Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antarinstansi dalam mendukung pengawasan keimigrasian yang efektif dan profesional," ujar Naufal, Kamis (21/5/2026).
Tantangan Jalur Tidak Resmi
Sementara itu, tantangan nyata di lapangan diungkapkan oleh Pasi Intel Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonkav 3/AC, Lettu Kav Achmad Yoga. Ia memaparkan bahwa mengamankan sektor timur Kalimantan Barat memiliki kompleksitas tersendiri, terutama terkait luasnya wilayah yang harus dijaga.
"Tantangan besar dalam mengamankan sektor timur Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Malaysia adalah keterbatasan personel dengan wilayah pengamanan yang begitu luas, serta banyaknya jalur tidak resmi (jalur tikus)," jelas Lettu Kav Achmad Yoga.
Melalui kegiatan ini, para peserta mendapatkan pemaparan mendalam mengenai tugas dan fungsi TIMPORA, regulasi keimigrasian terbaru, serta pentingnya deteksi dini. Pertemuan ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana pertukaran informasi, tetapi juga mampu meningkatkan kewaspadaan bersama dalam mengantisipasi potensi pelanggaran keimigrasian maupun gangguan keamanan di Kabupaten Kapuas Hulu.
Agenda ini dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, TNI/POLRI, instansi vertikal, tokoh masyarakat, serta pemangku kepentingan (stakeholder) terkait di wilayah perbatasan.
Penulis: Yohanes Santoso
#Imigrasi #kapuashulu #putussibau #kalimantanbarat
