 |
| Foto: Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan saat menghadiri Gawai Dayak Nasrani Lanjak di Kecamatan Batang Lupar, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Minggu (21/6/2026)/ Yohanes Santoso |
KAPUAS HULU, khatulistiwamedia.co.id - Ratusan umat Paroki Santo Dismas Lanjak, Kecamatan Batang Lupar, Kapuas Hulu, merayakan Gawai Dayak Nasrani dengan penuh sukacita pada Minggu (21/6/2026). Perayaan yang berlangsung khidmat ini menjadi momentum penting dalam mempererat tali persaudaraan serta menjaga warisan leluhur di tengah perkembangan zaman.
Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, menegaskan bahwa Gawai Dayak merupakan wujud syukur atas rezeki yang telah diterima selama satu tahun berjalan.
"Gawai Dayak adalah ungkapan syukur kita atas berkat yang diberikan Sang Pencipta. Di Kapuas Hulu, kita memiliki 22 sub-suku Dayak, dan khusus di Lanjak ini, didominasi oleh suku Iban dan Tamambaloh. Kita wajib merayakannya setiap tahun sebagai bentuk terima kasih," ujar Fransiskus.
Ia memberikan apresiasi tinggi terhadap keterlibatan generasi muda, termasuk anak-anak, dalam perayaan tersebut. Menurutnya, pelibatan generasi penerus adalah kunci agar akar budaya tidak luntur.
"Harapan kami ke depan, para tokoh adat terus mengingatkan generasi muda agar tidak melupakan akar budayanya. Saya sangat senang melihat anak-anak dilibatkan dalam kegiatan ini. Mari kita terus ajak mereka agar tetap mencintai budaya sendiri," tambahnya.
Senada dengan Bupati, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Kapuas Hulu, Yanto, menyoroti makna filosofis di balik perayaan ini. Baginya, Gawai Dayak adalah simbol dari keringat, ketekunan, dan kerja keras yang dibarengi dengan berkat Tuhan.
"Adat dan budaya adalah identitas kita yang tidak boleh tergerus oleh perkembangan zaman. Kami sangat mengapresiasi semua pihak yang konsisten menjaga, menggali, serta mengembangkan budaya Dayak," tegas Yanto.
Ia juga berpesan kepada seluruh masyarakat agar selama perayaan Gawai, tetap menjaga ketertiban dan kedamaian. "Saya berharap tidak ada yang berbuat tidak baik. Mari kita jaga kondusivitas, jangan sampai ada pelanggaran yang nantinya harus diselesaikan dengan sanksi adat," pungkasnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, aparatur dari Kecamatan Embaloh Hulu dan Batang Lupar, serta seluruh umat Paroki Santo Dismas Lanjak.
Penulis: Yohanes Santoso
#GawaiDayak #fransiskusdiaan #kapuashulu