Harmoni Tenun Sidan di Balik Megahnya Gedung Satap Kapuas Hulu
KAPUAS HULU, khatulistiwamedia.co.id – Ada pemandangan yang tak biasa di halaman Gedung Pelayanan Satu Atap (Satap) Kabupaten Kapuas Hulu, Senin (1/6/2026). Jika biasanya peresmian gedung pemerintahan kental dengan suasana formal dan seragam kedinasan, hari ini suasana justru berubah menjadi panggung megah keberagaman nusantara.
Para tamu undangan, mulai dari jajaran Forkopimda, kepala OPD, hingga tokoh masyarakat dan agama, tampak anggun dan gagah mengenakan busana adat dari berbagai penjuru tanah air. Gedung baru yang menjadi simbol pelayanan publik terpadu ini seolah menjadi saksi betapa kuatnya akar budaya di jantung Bumi Uncak Kapuas.
Namun, di tengah kerumunan yang penuh warna itu, perhatian publik tertuju pada satu pasangan yang tampil senada. Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, bersama sang istri, Ny. Angeline Fremalco, hadir dengan busana berbahan tenun Sidan yang memikat mata.
Bagi Fransiskus, pemilihan busana ini bukan sekadar urusan estetika. Ia ingin membawa pesan bahwa kebanggaan terhadap kearifan lokal harus menjadi wajah terdepan dalam pelayanan di gedung baru ini.
"Tenun Sidan yang kebetulan saya kenakan hari ini bukan sembarang kain," ujar Fransiskus dengan nada bangga.
Ia mengungkapkan bahwa motif yang ia kenakan memiliki rekam jejak prestasi yang membanggakan. "Motif ini adalah hasil dari juara 3 di ajang Inacraft Jakarta kemarin. Tenun Sidan memang sering langganan juara di tingkat nasional, bahkan namanya sudah dikenal hingga ke mancanegara," tambahnya.
Bupati Fransiskus menegaskan bahwa prestasi yang diraih Tenun Sidan di panggung nasional bukanlah akhir dari sebuah perjalanan. Menurutnya, ini adalah momentum bagi seluruh masyarakat Kapuas Hulu untuk memberikan dukungan nyata.
"Mari kita terus dukung para penenun di daerah kita sendiri. Dengan memakainya dan mempromosikannya, kita membantu tenun ini memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi bagi kesejahteraan pengrajin lokal," ajak Fransiskus.
Di balik dinding-dinding modern Gedung Satap yang megah, terselip harapan agar pelayanan publik di Kapuas Hulu tetap membumi, modern dalam sistem, namun tetap memegang teguh identitas budaya yang telah terbukti mampu membawa nama daerah ke kancah internasional.
Penulis: Yohanes Santoso
#tenunsidan #fransiskusdiaan #angelinefremalco
