Bupati Sis Buka PGD IV Kapuas Hulu, Ribuan Warga Antusias
KAPUAS HULU, khatulistiwamedia.co.id - Ribuan masyarakat memadati GOR Uncak Kapuas, Putussibau, Selasa (21/7/2026), untuk menyaksikan pembukaan Pekan Gawai Dayak (PGD) IV Kabupaten Kapuas Hulu. Suasana berlangsung semarak dengan penampilan seni budaya serta hiburan dari artis Dayak Kalimantan Barat yang disambut antusias oleh masyarakat.
Kemeriahan pembukaan turut dihadiri Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan, Ketua DPRD sekaligus Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kapuas Hulu Yanto SP, Sekretaris Umum DAD Kalimantan Barat Thadeus Yus, jajaran Forkopimda, kepala perangkat daerah, tokoh agama, tokoh adat, pegiat seni budaya, hingga tamu dari Kapit, Sarawak, Malaysia yang dipimpin Resident of Kapit, Elvis Didit bersama rombongan komunitas motor gede.
Ketua Sekretariat Bersama Kesenian Dayak (Sekberkesda) Kapuas Hulu, Thomy Ivan Delas, mengatakan PGD IV mengusung semangat kebersamaan, persaudaraan, dan ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki yang telah diberikan.
"Harapannya ke depan rezeki untuk kita semua semakin melimpah. PGD ini juga mendapat dukungan penuh dari Bupati Kapuas Hulu dan Ketua DAD Kapuas Hulu," katanya.
Menurut Thomy, penyelenggaraan PGD tidak hanya menjadi ruang ekspresi bagi seniman budaya Dayak, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi pelaku UMKM serta menjadi ajang kebersamaan lintas suku di Kapuas Hulu.
"Jangan ada keributan dalam kegiatan PGD ini. Semua kita bersaudara, mari jadikan PGD untuk memperkuat persatuan kita," ujarnya.
Ketua DAD Kapuas Hulu, Yanto SP, menyebut Gawai Dayak merupakan momentum sakral sebagai ungkapan syukur sekaligus doa agar masyarakat senantiasa memperoleh berkat dan rezeki yang melimpah.
"PGD ini menjadi wadah pemersatu, pelestari identitas dan benteng pertahanan budaya di era digitalisasi saat ini," katanya.
Ia mengingatkan bahwa Kapuas Hulu memiliki 23 sub suku Dayak yang harus terus hidup berdampingan secara harmonis dengan seluruh suku lainnya.
"Jadikan PGD sebagai wadah generasi muda mengekspresikan diri sekaligus merawat akar budaya, menjaga adat, dan melestarikan warisan leluhur," ujarnya seraya mengapresiasi aparat keamanan serta seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan PGD.
Sementara itu, Sekretaris Umum DAD Kalimantan Barat, Thadeus Yus, memberikan apresiasi atas konsistensi Kapuas Hulu menyelenggarakan Pekan Gawai Dayak hingga memasuki tahun keempat.
"Selamat kepada Kapuas Hulu yang bisa melaksanakan PGD ke-IV. Semoga terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya. Saya juga mengapresiasi Bupati Kapuas Hulu yang mendukung kegiatan ini. Gawai Dayak harus terus kita lestarikan," katanya.
Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, mengajak seluruh masyarakat menjadikan keberagaman sub suku Dayak sebagai kekuatan untuk menjaga persatuan, bukan menjadi ego sektoral.
"Semua sub suku Dayak memiliki budaya masing-masing. Perbedaan jangan menjadi ego sektoral. Anak muda harus memiliki rasa cinta terhadap budayanya sendiri agar tetap lestari hingga akhir zaman," katanya.
Fransiskus juga menekankan pentingnya peran pemangku adat dan sanggar seni dalam mewariskan budaya kepada generasi muda, termasuk menjaga eksistensi musik tradisional agar tetap dimainkan secara langsung.
"Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan aman sehingga bisa terus dilaksanakan setiap tahun," ujarnya.
Pembukaan Pekan Gawai Dayak IV Kapuas Hulu menjadi bukti besarnya antusiasme masyarakat terhadap pelestarian budaya. Ribuan pengunjung yang memadati lokasi acara, kehadiran tamu dari Sarawak, Malaysia, serta semarak pertunjukan seni menunjukkan PGD tidak hanya menjadi pesta budaya masyarakat Dayak, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan seluruh elemen masyarakat di Bumi Uncak Kapuas.
Penulis : Yohanes Santoso
#PekanGawaiDayak #KapuasHulu
