Penutupan PGD IV Kapuas Hulu, Omzet Stan UMKM Tembus Rp1,5 Miliar
![]() |
| Foto: Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan |
KAPUAS HULU, khatulistiwamedia.co.id – Pekan Gawai Dayak (PGD) ke-IV Kabupaten Kapuas Hulu resmi ditutup di GOR Uncak Kapuas, Putussibau, Sabtu (25/7/2026). Selama lima hari pelaksanaan, kegiatan budaya tersebut tidak hanya menjadi ajang pelestarian adat Dayak, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat dengan total omzet mencapai Rp1,5 miliar.
Ketua Panitia PGD IV Kapuas Hulu, Paulinus Totong, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan kegiatan, mulai dari aparat keamanan hingga masyarakat yang ikut berpartisipasi.
"Malam ini adalah penutupan Pekan Gawai Dayak ke-IV. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini, terutama aparat keamanan yang menjaga jalannya acara tetap aman dan masyarakat yang membuka stan serta ikut memeriahkan kegiatan," ujarnya.
Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Kapuas Hulu, Yanto, mengatakan PGD merupakan agenda penting untuk menjaga eksistensi sekaligus melestarikan budaya Dayak. Menurutnya, DAD melalui Sekretariat Bersama Kesenian Dayak (Sekberkesda) membentuk panitia yang memfasilitasi berbagai perlombaan budaya yang digelar setiap hari selama pelaksanaan PGD.
"Dalam setiap perlombaan tentu ada yang menang dan ada yang kalah, itu hal yang biasa. Saya berharap seluruh peserta terus mengasah kemampuan agar ke depan bisa tampil lebih baik," katanya.
Yanto juga menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, Forkopimda, seluruh sanggar seni, kontestan, dan semua pihak yang terlibat sehingga rangkaian PGD berlangsung aman dan lancar. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga situasi yang kondusif.
Sementara itu, Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, menilai keterlibatan anak-anak dalam berbagai perlombaan budaya menjadi langkah penting dalam menanamkan kecintaan terhadap adat dan budaya Dayak sejak usia dini.
"Saya berharap kegiatan ini membuat generasi muda Dayak semakin mencintai budayanya sendiri. Orang tua yang memahami adat dan budaya juga harus mengajarkannya kepada anak-anak agar warisan budaya Dayak tidak hilang di tengah perkembangan zaman," ucapnya.
Bupati mengungkapkan berdasarkan laporan panitia, sebanyak 154 stan berpartisipasi dalam PGD IV dengan total omzet mencapai sekitar Rp1,5 miliar selama lima hari pelaksanaan atau rata-rata sekitar Rp300 juta per hari. Menurutnya, angka tersebut diperkirakan masih akan bertambah karena antusiasme masyarakat pada malam penutupan sangat tinggi.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat menjaga keamanan, ketertiban, serta semangat kebersamaan yang selama ini terjalin. Menurutnya, Kapuas Hulu merupakan rumah bersama sehingga toleransi dan persatuan harus terus dipelihara agar pembangunan daerah dapat berjalan dengan baik.
Di akhir sambutannya, Fransiskus Diaan menyampaikan apresiasi kepada aparat keamanan, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan, panitia, dan seluruh elemen masyarakat yang telah berkontribusi menyukseskan Pekan Gawai Dayak ke-IV Kabupaten Kapuas Hulu.
Penulis: Yohanes Santoso
#pekangawaidayak #kapuashulu
