Batu Akik Red Arwana (Carnelian Calsedony) Kapuas Hulu mulai menjadi sorotan para pecinta batu akik di Kalimantan Barat. Salah satu jenis batu yang paling diminati masyarakat adalah batu red arwana ( carnelian calsedony ). Meski belum setenar batu bacan dari halmahera, red arwana juga mampu laris di pasaran lokal dan nasional. Tertarik mengulas lebih dalam tentang red arwana, media ini mencoba menelusuri asal muasal batu tersebut. Adalah Oniet, warga Desa Lunsara, Kecamatan Putussibau Selatan, salah satu pencari batu red arwana yang berhasil ditemui. Ia pun menceritakan perjuangannya bersama rekan sekampungnya mencari krikil-kerikil red arwana yang ternyata beresiko tinggi terhadap nyawa mereka. Oniet yang tampak ditemani dua orang putra dan istrinya yang sedang hamil menceritakan, pencarian red arwana dimulai dari desa Lunsara menuju desa Sepan. Perjalanan ke desa Sepan membutuhkan waktu satu hari satu malam dengan menggunakan long-boat, melewati beberapa riam (sunggai ...
TP2D BBM Kapuas Hulu Tertibkan Penyaluran BBM Subsidi di APMS dan SPBU
Yohanes Santoso
Font TerkecilFont Terbesar
Foto: Pengawasan dan penertiban oleh Tim TP2D BBM Kapuas Hulu di salah satu APMS kota Putussibau, Rabu (19/8/2026)/ Yohanes Santoso
KAPUAS HULU, khatulistiwamedia.co.id - Tim Pengawasan dan Pengendalian Distribusi (TP2D) BBM telah dibentuk dan langsung melaksanakan penertiban di sejumlah SPBU dan APMS yang ada di Kabupaten Kapuas Hulu, khususnya di kota Putussibau, Rabu (19/8/2026). Tim ini terdiri dari unsur TNI-Polri, Kejaksaan dan Pemda Kapuas Hulu. TP2D BBM bertugas untuk menangani masalah distribusi BBM subsidi serta mengantisipasi tindakan melanggar hukum terkait dengan BBM subsidi.
Kabag Ekon Setda Kabupaten Kapuas Hulu, Budi Prasetyo, mengatakan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) TP2D BBM di Ruang Rapat Bupati Kapuas Hulu tanggal 18 Agustus 2026 ada tiga langkah yang akan dilakukan di lapangan menyikapi permasalahan BBM subsidi. "Pertama penertiban akan dimulai hari ini, kedua bila tim menemukan pelanggaran hukum akan direkomendasikan ke Polres Kapuas Hulu untuk menindak secara hukum, ketiga tim merekomendasikan kepada pengelola SPBU untuk tidak melayani kendaraan dengan tangki modifikasi atau tidak sesuai dengan spesifikasi umum," ujarnya saat dikonfirmasi via WA, Rabu (19/8/2026).
Kehadiran tim TP2D BBM adalah untuk merespon keluhan masyarakat Kabupaten Kapuas Hulu terkait dengan BBM subsidi yang langka dan mahal di tingkat pengecer. Tim ini akan terus melakukan pengawasan dan penertiban di lapangan hingga BBM subsidi kembali kepada kondisi normal. "Tim akan melakukan pengawasan dan penertiban di SPBU dan APMS sampai kondisi pendistribusian BBM sudah normal dan kondusif," tegasnya.
Langkah penertiban dan pengawasan dari TP2D BBM Kapuas Hulu mendapat dukungan dari masyarakat, salah satunya Iwan, warga Kecamatan Putussibau Utara. Menurutnya manajemen SPBU dan APMS memang harus tertib dan mengatur distribusi bbm subsidi dan mengutamakan pengendara umum, bukan pengantri yang menjual kembali minyak subsidi dengan harga tinggi. "Sekarang mereka di pengecer jual lagi pertalite sudah tembus Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu, di Kecamatan Badau malah ada yang Rp 50 ribu," pungkasnya.
Iwan berharap permasalahan distribusi bbm khususnya pertalite di Kapuas Hulu bisa membaik dan upaya penertiban bisa membuat masyarakat mendapatkan bbm dengan harga yang wajar. "Intinya pengelola SPBU dan APMS harus utamakan dulu kendaraan umum, mereka yang antri untuk dijual lagi itu belakangan saja karena mereka jual lagi dan harga di pengecer lebih tinggi," tuntasnya.