Tiga Hari Berlangsung, Festival Budaya Perbatasan 2026 Sukses dan Meriah
KAPUAS HULU, khatulistiwamedia.co.id — Penutupan Festival Budaya Perbatasan 2026 di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Nanga Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, pada Senin malam (21/9/2026) berlangsung meriah. Perhelatan budaya yang telah berjalan selama tiga hari ini resmi ditutup dengan penampilan memukau dari Feri Sape, seniman sape yang telah malang melintang di panggung nasional hingga mancanegara.
Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Kalimantan Barat, Juliadi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan ini sukses menampilkan kekayaan warisan budaya yang hidup di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia. Menurutnya, potensi budaya di wilayah perbatasan sangat besar, namun memerlukan perhatian serius untuk perlindungan, pengembangan, serta pembinaan secara berkelanjutan.
"Banyak potensi budaya di perbatasan yang butuh perhatian. Dalam gelar wicara sape dan tato Iban ini, perlu perhatian untuk perlindungan, pengembangan, serta pembinaan ke depan. Ini tugas bersama antara pemerintah dan masyarakat; masyarakat harus aktif melakukan pemeliharaan," ujar Juliadi.
Selain pelestarian seni tradisi, Juliadi juga menyoroti keberadaan gerai produk lokal yang turut meramaikan festival. Ia berharap perputaran ekonomi kreatif di perbatasan tidak terhenti seiring usainya acara, melainkan terus berlanjut melalui transaksi-transaksi mandiri di masa mendatang.
Melihat tingginya antusiasme publik, Festival Budaya Perbatasan tahun ini yang telah menginjak penyelenggaraan keempat kalinya memicu minat dari berbagai daerah lain untuk menjadi tuan rumah berikutnya. Kendati demikian, pihak penyelenggara masih meninjau lebih lanjut terkait kepastian lokasi.
"Untuk selanjutnya, ada beberapa pihak yang meminta jadi lokasi kegiatan, namun kami belum bisa memastikan lokasinya karena masih perlu dipastikan ketersediaan anggaran dan dukungan di daerah pelaksana," imbuhnya.
Malam puncak penutupan ini turut dihadiri oleh jajaran penting daerah, di antaranya Kepala Bidang Kebudayaan dari Kabupaten Sambas, Kapuas Hulu, Sekadau, Kayong Utara, dan Bengkayang. Hadir pula unsur Forkopincam Badau, pengurus Dewan Adat Dayak (DAD) Badau, serta ratusan warga Kecamatan Badau yang memadati area PLBN Nanga Badau.
Penulis : Yohanes Santoso
