Bupati Sis dan Lasarus Tinjau Jembatan Gantung Tanjung Karang, Warga Apresiasi Pembangunan
KAPUAS HULU, khatulistiwamedia.co.id - Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus bersama Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan meninjau Jembatan Gantung Tanjung Karang yang telah selesai dibangun di Desa Tanjung Karang, Kecamatan Putussibau Utara, Kabupaten Kapuas Hulu, Jumat (23/10/2026). Turut serta dalam kegiatan itu Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Barat, Chandra Syah Parmance dan romobongan Kementerian Pekerjaan Umum RI.
Usai meninjau fisik jembatan, Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus mengatakan jembatan gantung tersebut sudah selesai 100 persen dengan total anggaran Rp 11,7 miliar rupiah dan merupakan multiyears kontrak 2025-2026. Jembatan ini menghubungkan Desa Tanjung Karang - Padua - Datah Diaan. "Anak-anak sekolah, guru dan masyarakat sudah aman menyeberang lewat jembatan ini. Dulu mereka harus melawan arus sungai yang deras, apalagi saat banjir. Adanya jembatan anak-anak sudah aman menyeberang," ujarnya.
Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan menegaskan pihaknya mengapresiasi Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, pihak Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Jalan Nasional Kalbar, karena telah selesainya Jembatan Gantung Tanjung Karang ini. "Para orang tua murid sudah tidak khawatir lagi anaknya menyeberang sungai dengan perahu, sudah ada jembatan yang representatif untuk melintas dengan aman," ucapnya.
Sementara itu Kepala BPJN Kalbar, Chandra menegaskan bahwa Jembatan Gantung Tanjung Karang mempunyai bentang 100 meter, dan lebar 1,8 meter, dengan fondasi full pile. "Jembatan ini kapasitasnya 2 ton atau sekitar 40 orang. Agar jembatan tahan lama, ketentuan ini perlu dipatuhi masyarakat," tuntasnya.
Dalam peninjauan jembatan gantung ini, Lasarus bertemu dengan rombongan anak sekolah dan guru yang akan menyeberang lewat Jembatan Gantung Tanjung Karang. Ketua Komisi V DPR RI menyempatkan diri untuk berdialog. Para murid dan guru mengucapkan terimakasih atas pembangunan jembatan gantung tersebut karena memudahkan mobilitas mereka untuk menyeberang ke sekolah.
Penulis : Yohanes Santoso
