KAPUAS HULU, khatulistiwamedia.co.id — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kapuas Hulu, Ambrosius Sadau, menegaskan bahwa peran seorang istri Aparatur Sipil Negara (ASN), terlebih bagi istri seorang pejabat, memiliki tanggung jawab yang tidak sederhana. Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Ladies Program dari Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Kapuas Hulu di Gedung SATAP Kapuas Hulu, Putussibau, pada Sabtu (7/11/2026).
Dalam sambutannya, Sadau mengharapkan kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran, peningkatan kapasitas, serta pengembangan kualitas diri bagi seluruh anggota DWP. Menurutnya, istri ASN tidak hanya berperan mendampingi suami dalam kegiatan kedinasan atau sosial. Lebih dari itu, seorang istri ASN harus memiliki kualitas diri, wawasan, karakter, etika, serta kemampuan untuk membawa diri dengan baik di berbagai lingkungan.
"Oleh karena itu, kami memandang kegiatan ini sangat relevan dan penting untuk dilaksanakan," ujar Ambrosius.
Ia menambahkan bahwa DWP sebagai organisasi yang membina dan menghimpun istri ASN memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ketahanan keluarga, pemberdayaan perempuan, serta pembangunan nasional. Seorang istri ASN pun diharapkan mampu menjadi pendamping yang bijaksana, memberikan dukungan moral kepada suami, menjaga keharmonisan keluarga, dan menjadi teladan di tengah masyarakat.
Untuk mewujudkan hal tersebut, perempuan perlu terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, membangun kepercayaan diri, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Dalam kesempatan itu, Sekda merinci tiga poin penting yang perlu menjadi perhatian bersama:
Pentingnya Menjaga Etika, Sikap, dan Penampilan: Penampilan bukan semata-mata tentang pakaian yang dikenakan, tetapi juga tentang bagaimana bersikap, bertutur kata, menghargai orang lain, serta membawa diri dalam setiap kesempatan. Kesantunan, kesederhanaan, dan kepercayaan diri merupakan bagian dari karakter perempuan yang berkualitas.
Pentingnya Kemampuan Berkomunikasi: Di era keterbukaan informasi dan perkembangan teknologi saat ini, kemampuan berkomunikasi menjadi salah satu keterampilan yang sangat dibutuhkan. Anggota DWP perlu mampu menyampaikan pendapat dengan baik, membangun komunikasi yang santun, serta bijak dalam menggunakan media sosial. Hal yang disampaikan, baik secara langsung maupun melalui media sosial, dapat mencerminkan kepribadian diri, keluarga, bahkan organisasi.
Pentingnya Membangun Karakter dan Kepercayaan Diri: Anggota DWP diharapkan tidak hanya menjadi pendamping yang baik bagi suami, tetapi juga menjadi pribadi yang memiliki potensi, wawasan, kreativitas, dan kemampuan untuk memberikan kontribusi positif bagi keluarga, organisasi, dan masyarakat. Anggota DWP diimbau menjadi perempuan yang memiliki wawasan luas, mandiri, sehat secara fisik dan mental, serta mampu menjalankan berbagai peran dengan baik dan seimbang.
Mengakhiri sambutannya, Sadau mengimbau seluruh peserta untuk memanfaatkan kesempatan kegiatan Ladies Program selama dua hari tersebut dengan sebaik-baiknya. Peserta diminta mengikuti seluruh rangkaian acara dengan penuh semangat, berdiskusi, bertukar pengalaman dengan narasumber Dr. Netty Herawaty, serta mempererat kebersamaan dan silaturahmi antar sesama anggota DWP. "Wujudkan perempuan yang tidak hanya mampu mendampingi, tetapi juga mampu menginspirasi dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan," tuntasnya.
Penulis: Yohanes Santoso